KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM
Anatomi
Kurikulum diibaratkan seperti anatomi tubuh terdiri dari komponen-kompone yang
berkesuaian dan berkaitan. Kompenen kurikulum yaitu tujuan, isi, proses
pembelajaran, dan evaluasi (Sukmadinata,
2009). Komponen isi sesuai dengan tujuan, proses pembelajaran sesuai dengan isi
dan tujuan, serta evaluasi sesuai dengan proses, isi dan tujuan kurikulum.
Pada
Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 35
ayat 1 menjelaksan bahwa keempat komponen tersebut menjadi 4 dari 8 Standar
nasional pendidikan yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar
proses, dan standar penilaian berdasarkan Peraturan .
Keempat
standar tersebut menjadi aspek utama pengembangan dalam proses perubahan
kurikulum nasional. Seperti Perbedaan kurikulum 2006 dengan kurikulum 2013
terletak pada pengembangan keempat komponen tersebut. Sehingga PP 13 Tahun 2015 menjelaskan bahwa Kurikulum
adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Artinya Kurikulum
sebagai dokumen perencanaan berisi tentang tujuan, isi materi, strategi dan
evaluasi yang dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang pencapaian tujuan
serta implementasi dari dokumen yang dirancang dalam bentuk nyata. Oleh karena
itu, perlu memahami keempat komponen kurikulum dengan baik agar dapat
mengembangkan kurikulum dengan baik.
1. Tujuan
Tujuan
merupakan komponen penting dalam pengembangan kurikulum karena sebagai
arah semua kegiatan pengajaran dan
mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya. Sehingga dalam merumuskan tujuan
kurikulum berdasarkan dua hal yaitu perkembangan masyarakat dan falsafah sebuah negara (Sukmadinata, 2009).
Tujuan
Kurikulum yang baik memiliki kesesuaian dengan perkembangan masyarakat, baik
tuntutan, kebutuhan, dan kondisi masyarakat, karena salah satu tujuan
pendidikan adalah mempersiapkan peserta didik untuk hidup ditengah-tengah
masyarakat. Sehingga sekolah diibaratkan sebagai miniatur masyarakat atau
masyarakat dalam bentuk mini (Tafsir, 2010).
Tujuan
kurikulum yang baik memiliki kesesuaian dengan falsafah negara yaitu
pemikiran-pemikiran dan nilai-nilai yang berlaku di sebuah negara. Tujuan
kurikulum Nasional disusun sesuai dengan falsafah negara Indonesia
Tujuan
terbagi menjadi beberapa kategori seperti tujuan khusus dan umum. Tujuan
berkaitan dengan waktu terbagi menjadi tujuan jangka panjang, jangka menengah
dan jangka panjang. Tujuan berkaitan jenjang pendidikan terbagi menjadi tujuan
pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Tujuan yang
berhubungan langsung dalam proses pendidikan meliputi tujuan domain kognitif,
domain afektif, dan domain psikomotorik. Tujuan pendidikan berdasarkan tujuan
tertinggi sampai tujuan terendah terbagi sebagai berikut:
A. Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan
ini merupakan tujuan pendidikan yang paling tinggi dalam herarki tujuan-tujuan
pendidikan yang ada, bersifat ideal dan umum. Undang-Undang no. 20 tahun 2003
tentang sistem pendidikan nasional menjelaskan tujuan Pendidikan Nasional
adalah “menjadikan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Tujuan
tersebut dilengkapi oleh Peraturan Pemerintah no. 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan, tujuannya adalah membentuk peserta didik menjadi manusia
seutuhnya, yang memiliki ilmu pengetahuan dan kecakapan serta beriman dan
mempunya tanggung jawab sebagai warga Negara.
Tujuan
Pendidikan Nasional yang tertulis di UU dan PP memiliki kesamaan dengan tujuan
pendidikan Islam yang tertulis pada Peraturan Menteri Agama no. 2 tahun 2008
tentang Standar Kompetensi Lulusan dan
Standar Isi Pendidikan Keagamaan dan Bahasa Arab, yaitu menciptakan manusia
yang beriman dan bertakwa sebagai pribadi, dan memiliki rasa tanggung jawab
sebagai manusia sosial.
B. Tujuan Institusional
Tujuan
Institusional atau tujuan tingkat satuan pendidikan adalah tindak lanjut dari
tujuan nasional. artinya tujuan tingkat satuan pendidikan mesti menggambarkan
kelanjutan dan hubungan yang kuat dengan tujuan pendidikan nasional. Tujuan
tersebut dikenal dengan tujuan pendidikan dasar, tujuan pendidikan menengah dan
tujuan pendidikan tinggi.
C. Tujuan Kurikuler
Tujuan
kurikuler dikenal dengan standar kompetensi adalah tindak lanjut dari tujuan
tingkat satuan pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dari satuan
pendidikan. Berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional, tujuan kurikuler
tersusun menjadi standar kompetensi kelompok mata pelajaran, standar kompetensi
mata pelajaran.
D. Tujuan Instruksional
Tujuan
instruksional atau standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran merupakan
tujuan terakhir dari tiga tujuan pendidikan diatasnya. Tujuan ini bersifat
operasional dimana tujuan tersebut diharapkan dapat tercapai pada saat proses
belajar mengajar yang bersifat langsung. Oleh karena itu, para pendidik
memiliki tugas menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pencapaian
tujuan instruksional ini tergantung kondisi proses pembelajaran yang ada, baik
kompetensi pendidik, fasilitas belajar, peserta didik, metode pembelajaran,
lingkungan, dan faktor yang lain.
2. Isi atau Materi
Komponen
isi atau materi pembelajaran merupakan materi yang direncanakan untuk mencapai
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (Nasution, 1989). Isi atau materi yang
dimaksud adalah mata pelajaran.
3. Proses Pembelajaran
Proses
Pembelajar adalah komponen kurikulum ini memiliki peranan penting dalam
pendidikan. Mutu proses pembelajar ditentukan oleh kompetensi pendidik (Tafsir,
2010), yaitu kompetensi pendidik dalam menguasai dan mengaplikasikan
teori-teori psikologi, metode mengajar, dan penggunaan alat pengajaran.
Proses
pembelajaran dalam pembahasannya sering terbagi menjadi dua yaitu strategi
pembelajaran dan media pembelajaran (Sukmadinata, 2009). Strategi pembalajaran
adalah ca ra yang dimiliki oleh pendidik dalam proses belajar mengajar. Strategi
yang digunakan dalam mengajar, antara lain reception/exposition learning atau
discovery learning, rote learning atau meaningful learning, dan group learning
atau individual learning (Sukmadinata, 2009).
Media
pembelajaran adalah segala macam bentuk rangsangan dan alat yang disediakan
pendidik untuk mendorong peserta didik belajar. Fungsinya sebagai alat bantu
untuk memudahkan dalam menyampaikan isi
atau materi kurikulum agar dapat dipahami dengan mudah oleh peserta didik.
Kemampuan pendidik memilih media yang tetap dapat menentukan kelancaran proses
proses pembelajaran.
Media
pembelajaran terbagi menjadi lima kelompok, yaitu interaktif insani, realita,
pictorial, simbol tertulis, dan rekaman suara (Sukmadinata, 2009). Pada
perkembanganya, keberadaan alat-alat teknologi dan komunikasi seperti internet,
dan smartphone sering menggantikan peran pendidik. Oleh karena itu,
perkembangan tersebut perlu diantisipasi dengan bijak oleh pakar pendidikan,
sehingga dapat membahasa tugas-tugas apa saja yang dapat digantikan oleh mesin
(Tafsir, 2010).
4. Penilaian atau Evaluasi
Evaluasi
atau penilaian ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah
ditetapkan dan menilai proses pelaksanaan pembelajaran secara total. Evaluasi ini terbagi menjadi
evaluasi hasil belajar mengajar yaitu menilai keberhasilan penguasaan peserta
didik atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan, dan evaluasi pelaksanaan
mengajar yaitu menilai keseluruhan pelaksanaan pengajaran, yang meliputi
evaluasi komponen tujuan mengajar, bahan mengajar, strategi dan media
pengajaran, serta komponen evaluasi mengajar sendiri (Sukmadinata, 2009).

Benar adanya masing-masing komponen kurikulum tidak dapat dipisahkan atau diabaikan satu dengan yang lainnya bila satu diabaikan maka kurikulum tidak akan sesuai dengan yang diharapkan akan tetapi pelaksanaan kurikulum tidak terlepas dari peranan pendidik dalam proses untuk itu pendidik harus memiliki pemahaman dan menjiwai kurikulum itu sendiri dan menjadi kontrol bagi dirinya dalam melakukan proses pembelajaran
BalasHapuskurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berkaitan satu dengan yang lain
BalasHapusDalam penyusunan kurikulum komponen merupakan mata rantai yang tak terputus .
BalasHapusNah Komponen isi sesuai dengan tujuan, proses pembelajaran sesuai dengan isi dan tujuan, serta evaluasi sesuai dengan proses, isi dan tujuan kurikulum. Maka dari itu komponen ini dapat menentukan kurikulum 😊
BalasHapusKomponen kurikulum haruslah sesuai dengan muatan pelajaran
BalasHapusKomponen isi mencakup semua jenis mata pelajaran yang harus diajarkan, dan pokok-pokok bahasan atau bahan pengajaran yang meliputi seluruh mata pelajaran tersebut
BalasHapuskomponen kurikulum merupakan bagian-bagian atau unsur-unsur kurikulum yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
BalasHapusmemang beberapa kita lihat komponen kurikulum saling berkaitan dan tak bisa dibuat kurikulum tersebut bila belum memiliki komponen2 seperti yang dijabarkan diatas.
BalasHapussetelah membaca artikel tentang komponen kurikulum ini menurut pendapat saya komponen merupakan bagian yg integral dan fungsional yg tidak terpisahkan dari suatu sistem kurikulum. karena komponen itu sendiri mmpunyai peranan penting dalam pembentukan sistem kurikulum...
BalasHapusKurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan isi pelajaran, bahan kajian, dan cara penyampaian serta penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar.
BalasHapusTujuan pengembangan kurikulum diarahkan untuk memenuhi tujuan pendidikan nasional
BalasHapusEvaluasi kurikulum membutuhkan pengumpulan, pemroresan, dan interpretasi mengenai data terhadap program pendidikan
BalasHapusIya...komponen memiliki peranan penting dalam kurikulum
BalasHapusKomponen - komponen kurikulum merupakan suatu sistem yang tak terpisahkan dan saling menunjang dalam pencapaian keberhasilan pembelajaran
BalasHapusIstilah komponen sangat umum digunakan dalam berbagai bidang,mulai dari komponen komputer,komponen elektronika,komponen ekosistem sampai komponen sikap
BalasHapusKurikulum diartikan sebagai rencana pelajaran
BalasHapusTujuan kurikulum pada hakekatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan kepada anak didik.
BalasHapusTujuan komponen kurikulum untuk meningkatkan kualitas pendidikan
BalasHapus